Categories
Berita Umum

Terus Birukan Jawa Timur, BMI Gresik Resmi Dideklarasikan

Terus Birukan Jawa Timur, BMI Gresik Resmi Dideklarasikan

Bintang Muda Indonesia (BMI) resmi melantik dan mendeklarasikan kepengurusan cabang Kabupaten Gresik. Bertempat di Coffe Bale, Jl Poros Banjarsari, Manyar, Gresik, pada Kamis (4/3).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum BMI Farkhan Evendi serta Ketua DPD BMI Jawa Timur Ahmad Syahroni dan beberapa pengurus DPN dan DPD lainnya.

Dalam sambutannya, Farkhan menegaskan bahwa kader BMI harus mampu menjadi aktor penggerak perbaikan politik di Indonesia.

“Kader-kader BMI harus mampu menjadi aktor penggerak perbaikan politik di Indonesia,” kata Farkhan.

Selain itu, Ketua DPD BMI Jawa Timur Ahmad Syahroni juga berkesempatan untuk memberikan sambutannya. Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan harapan agar BMI di Kabupaten Gresik bisa menjadi rumah bersama dan menjadi ruang untuk melahirkan kader-kader yang mampu membawa kemujuan dan kejayaan Partai Demokrat.

“BMI harus bisa menjadi rumah kita bersama, sebagai tempat berkumpulnya anak muda untuk memupuk kepedulian pada masa depan bangsanya. Selain itu BMI juga harus bisa menjadi ruang untuk melahirkan kader-kader muda yang akan membawa kemajuan dan kejayaan Partai Demokrat,” kata Syahroni.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPC Partai Demokrat Gresik, Edy Santoso. Kepada para pengurus yang telah dilantik, Edy berpesan agar DPC BMI Gresik mampu menarik anak-anak muda untuk turut berperan membesarkan Partai Demokrat khususnya di Kabupaten Gresim.

“BMI harus mampu mewarnai seluruh Kecamatan dan Desa di Kabupaten Gresik. Karena tugas kita ke depan sungguh besar, yakni mengantarkan Partai Demokrat kembali berjaya di Indonesia dan mengantarkan Mas AHY untuk menjadi pemimpin Nasioanal segenap rakyat Indonesia,” tutur Santoso.

Categories
Berita Umum

BMI Ajak Netizen Lebih Masif Mengabarkan Berita BMI

BMI Ajak Netizen Lebih Masif Mengabarkan Berita BMI

Bintang Muda Indonesia menyampaikan terimakasih kepada netizen yang setia mengikuti berita dan perkembangan BMI yang selain berita soal perkaderan dan bakti sosial juga berita soal pengawalan BMI pada isu-isu melawan pemerintah yang salah mengeluarkan kebijakan.
“kami meski baru setahun merasakan betul the power of netizen dan teruslah tingkatkan intensitas dan penyebaran berita soal BMI, kami juga banyak menerima kader baru karena info soal BMI terus menyebar luas” Ujar Indiska Handiana, Wasekjen DPN BMI
Indiska menyebut bahwa kekuatan netizen membuat keadaan Indonesia lebih baik ditambah dengan adanya kendaraan netizen kritis yaitu BMI untuk bergerak di lapangan nyata menjaga NKRI
“terimakasih atas kebersamaan selama ini dan semoga terus meningkat” ujar Indiska Handiana.
Indiska menyebut kerap menjumpai netizen ketika di daerah dan mengajak mereka bergabung di BMI.
“Karena netizen perlu wadah dan Alhamdulillah kami punya jaringan di berbagai provinsi dan daerah yang kami optimistis semangat mereka dalam mengkritisi sesuatu dapat lebih berbuat banyak ketika aktif di BMI dan pergaulan di komunitas BMI membuat mereka semakin mengasah intelektualitas mereka”ujar Indiska

Categories
Berita Umum

Pidato Kritis Pj Ketum PB HMI Didepan Para Menteri Diapresiasi BMI

Pidato Kritis Pj Ketum PB HMI Didepan Para Menteri Diapreasiasi BMI

Pidato Pj Ketum PB HMI Arya Kharisma didepan para menteri dan Kapolri tentang buruknya penguasa saat ini diapreasiasi oleh BMI.
“BMI melihat ini adalah bagian dari berkah perkaderan HMI dan masih dalam koridor Santun, Cerdas, Peduli pidato itu sama dengan ciri Khas kami” Ujar Pitria Nova Asriani, Wasekjen DPN Bintang Muda Indonesia.
Pitriani menyebut HMI adalah organisasi yang sangat diperhitungkan.
Seperti era SBY seperti era Mas Arip Musthopa, era Noerfadjriansyah, era Arief Rosyid Hasan sangat memberikan khazanah intelektual bagi bangsa tapi kalau kali ini sudah keras walau didepan ada para menteri Jokowi itu tanda mereka darah mudanya meradang atas situasi saat ini yang berbeda dengan pemerintahan sebelumnya.
BMI juga diisi oleh para mantan Fungsionaris PB HMI dan BMI siap terus mengawal aspirasi anak muda seperti HMI untuk melakukan interupsi keras terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat.
Sebelumnya Arya Kharisma, Pj Ketum PB HMI dengan lantang menyampaikan pandangan kritis HMI pada pemerintah meski didepannya ada Kapolri, Menpora Zainuddin Amali, Menteri Bahlil dan sejumlah kader HMI

Categories
Berita Umum

BMI Sindir Konfrensi Pers Barisan Massa Demokrat Cuma 7 Orang

BMI Sindir Konfrensi Pers Barisan Massa Demokrat Cuma 7 Orang

Konfrensi Pers Barisan Massa Demokrat yang cuma tujuh orang disindir BMI. “Kemarin ada yang lima, enam, ini tujuh, kalau bisa jangan loyo-loyolah” ujar Pitria Nova Asriani.
Pitria menilai cara terlihat supaya ada gejolak dengan memainkan sayap-sayap Demokrat yang telah lenyap akan sia-sia.
“Niatnya kelihatan buruk sekali, tak jelas konstribusi untuk demokrat di aspek rekruetmen lalu tiba-tiba muncul, Hidup musiman begitu bagaimana mau berjuang membesarkan Partai” ujar Pitria.
Fenomena sayap yang hidup musiman itu juga terjadi pada KMD dan beberapa sayap lainnya karena pemain atas gagal mengkondisikan DPD/DPW.
BMI menghimbau agar mereka yang hidup musiman.
“Kalau tujuh begitu kan kelihatan kecil, kalau cuma tujuh kelihatan mewakili aspirasi kelas RT” ujar Pitria
Pitria melihat mereka seperti anak kecil yang coba mencoret-coret dinding supaya dapat perhatian atau dibelikan yang mereka mau. “BMD kok baru muncul sekarang, Bikin kalender untuk sekedar menunjukkan eksistensi mereka masih eksis saja tidak pernah, lagipula istilah mereka Barisan Massa, kenapa Massa cuma tujuh, kalau cuma tujuh cukup buat kerja bakti di lingkungan RT dong tidak usah gede rumongso kalo istilah orang jawa atau gede rasa merasa mewakili representasi massa Demokrat”ujar Pitria

Categories
Berita Umum

Demokrasi, Politik Dan Etika

*Demokrasi, Politik dan Etika*
Oleh . Farkhan Evendi M.AP
(Ketua Umum Bintang Muda Indonesia)

Ukuran majunya nilai-nilai Demokrasi, salah satunya ditandai dengan bekerjanya mesin (fungsi) partai politik. Tentu di dalamnya juga mengikat dan terkait dengan para kader atau politisinya. Jika mesin partai bekerja sesuai dengan fungsi dan otoritasnya, maka bisa dipastikan kepentingan publik atau paling tidak kepentingan konstituennya semakin terpenuhi, itu artinya keterwakilan rakyat terakomodir sesuai dengan cita-citanya. Demokrasi sebagai alat dan kekuatan untuk mencapai tujuan. Namun jika sebaliknya maka sebagai alat, demokrasi sama sekali tidak menghantarkan publik kepada cita-cita yang diinginkan bersama.

Apa yang terjadi belakangan di Indonesia, khususnya yang menimpa Partai Demokrat (PD) belakangan ini, sesungguhnya bagian dari barometer ukuran demokrasi kita. Bagaimana tidak, upaya dan rencana pengambil-alihan paksa kepemimpinan PD yang sah justru dilakukan karena dorongan dari pihak eksternal yang notabene dekat dengan kekuasaan yang sedang berlangsung.

Pada kasus PD saat ini, tentu bukan perkara sulit untuk membuktikannya. Beberapa peristiwa sudah terungkap, para saksi, yang juga sekaligus pengurus DPC PD yang menghadiri pertemuan dengan orang eksternal tersebut menceritakan, jika mereka diberikan downpayment untuk mendorong tema Kongres Luar Biasa (KLB) ditubuh PD. Sementara Partai punya mekanisme demokratis yang diatur dalam AD/ART untuk berkontestasi duduk sebagai ketua umum partai.

Etika, sebagai prinsip dasar berpolitik jelas telah ditabrak dan dilabrak.
Meminjam dari Plato; Etika manusia senantiasa harus memiliki tujuan hidup yang baik berdasarkan rasio akalnya, dan mampu membedakan mana hal baik maupun buruk guna mencapai kebahagiaan yang didasarkan pada alam pikiran dan bukan mementingkan nafsu dan indrawi saja

Orang-orang yang hari ini nampak di ruang publik merongrong otoritas kepemimpinan yang sah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah broker politik yang biasa mentransaksikan politik untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Sementara segala cara dilakukan untuk mencapai itu.

Watak serta tabiat politisi model ini akan menambah daftar panjang pekerjaan rumah dalam konsolidasi untuk membangun demokrasi di Indonesia, yang sejak era Reformasi sudah dan sedang diupayakan untuk tumbuh. Mereka merendahkan ilmu pengetahuan politik, etika dan proses demokrasi yang sedang berlangsung.
Kita perlu waspada dengan politisi yang memiliki karakter seperti ini, selain telah memukul mundur proses demokrasi yang sedang berlangsung, tentu orang-orang ini bisa dipastikan akan menghianati cita-cita rakyatnya (konstituen). Di lain sisi juga bisa jadi orang-orang ini adalah faktor utama ketidakpercayaan _(distrust)_ publik pada partai politik.

Huntington, dalam bukunya _Political Order in Changing Societies_, menilai bahwa stagnansi bahkan kemunduruan politik yang terjadi di negara-negara berkembang disebabkan karena tidak adanya komunitas politik yang utuh dan pemerintahan yang matang. Keduanya menyebabkan instabilitas politik seperti huru-hara, kudeta, korup, adu-domba dan lain sebagainya,

Ia juga semacam menyimpulkan bahwa telah terjadi kemerosotan tertib politik dalam hal wewenang dan efektivitas serta legitimasi pemerintahan yang melemah. Ini berakibat juga pada moral warganegara dan lembaga politik yang semakin surut. Dalam bahasa yang  to the points ia ingin menyebut bahwa ada kemerosotan politik yang sedang terjadi di dunia saat
ini, yang salah satunya dimainkan oleh politisi-politisi seperti yang disebutkan di atas. **

Surabaya, 03 03 2021

Categories
Berita Umum

Andai Moeldoko Dan Para ABG Tua Bikin Partai Pun Tak Laku

Andai Moeldoko Dan Para “ABG Tua” Bikin Partai Pun Tak Laku

Para ABG Tua alias politisi tua yang genit dan terus berdandan dinilai tak memiliki basis sehingga mengajak eksternal partai seperti Moeldoko untuk bergabung.
“Eksistensi mereka ini orang-orang yang basisnya tak jelas tapi mau jadi Pemimpin Partai Politik” ujar Boy Rayyan, Fungsionaris DPN Bintang Muda Indonesia
Boy bahkan berani mengatakan andai mereka bersatu buat partai baru pun dijamin partainya tak eksis.
“Misal mereka bikin Partai namanya Partai ABG Tua, saya kira jangankan menjadikan Moeldoko jadi Presiden, dapat suara satu persen saja sangat tidak mungkin” ujar Boy Rayyan
Boy menyebut mereka cukup buat klub arisan mingguan sesama ABG Tua yang isinya materi etika politik.
Dengan keterbatasan peran, pengetahuan dan etika mereka ingin mengambil alih Partai Demokrat, bukan karena cinta tapi agar Demokrat tenggelam bersama mereka.
“Sebetulnya kami tak mau menganalogikan mereka seperti lagu ABG Tua, karena di lagu itupun para ABG Tua dikisahkan sosok ABG Tua yang meski genit masih laku, nah mereka ini sudah genit tapi tak punya basis jadi lebih cocok judulnya ABG Tua Caper Tapi Zonk alias kosong atau kalau kata Orang Medan Tumpur”ujar Boy Rayyan

Categories
Berita Umum

Bendera BMI Berkibar Di “Kota Wali Dan Basis Pergerakan Buruh” Yaitu Gresik

Bendera BMI Berkibar Di “Kota Wali Dan Basis Pergerakan Buruh “Yaitu Gresik

Wasekjen DPN BMI Indiska Handiana menyampaikan suka citanya karena BMI telah berkibar di Kota wali yaitu Gresik.
“Di Gresik ini kita minta doa dari Habaib, Kyai dan Masyaikh disini agar BMI kuat dan AHY diberi kekuatan mengantarkan Indonesia kembali ke nilai-nilai kepemimpinan khas Wali Songo seperti Sunan Giri yang welas kasih ke Rakyat” ™ujar Indiska.
Indiska menyebut Ketua BMI Jatim dan Ketua BMI Gresik sosok pekerja keras yang dengan cepat menyiapkan Pelantikan dan Sekolah Kader berdekatan dengan Pelantikan dan Sekolah Kader di Surabaya dan Sidoarjo.
BMI juga mendoakan agar Warga Sidoarjo dikuatkan menghadapi Covid-19 yang memukul perekonomian warga serta Kader BMI Sidoarjo tetap semangat.
“Kita memang menggebu melihat peluang di Gresik karena ini Kota Industri, Banyak Buruh disini dimana kita tahu Partai Demokrat terdepan menolak RUU Omnibuslaw, semoga di Kota Industri sekaligus termasuk Kotanya Buruh ini BMI dapat terus membesar dan pada akhirnya bersama Demokrat berjaya sehingga merebut kursi pimpinan DPRD di 2024, tentunya dengan barokah dan doa dari Para Kyai, Masyaikh dan Kaum Pekerja, kami yakin kalau Pimpinan DPRD dari Demokrat kelak, aspirasi Ulama, Santri dan kaum pekerja lebih mudah tersampaikan”ujar Indiska

Categories
Berita Umum

Kegenitan Luar Biasa Para Mantan Demokrat

Kegenitan Luar Biasa Para Mantan

Banyak “Mantan” Kena Virus “Kegenitan Politik”Urus Demokrat Meski Sudah Di Partai Lain.
BMI menyoroti beberapa orang lemah yang masih urusi Partai Demokrat meski sudah di partai lain. Terakhir Max sapacua menyatakan mundur dari Partai Emas yang notabene dia ketua Dewan Pembina untuk bisa lebih leluasa ikut gerbong pengacau PD.
“Ada yang sudah di HANURA, di PDIP contohnya Ruhut serta Partai lainnya” ujar Panti Silaban, Waketum DPN BMI
Panti menyebut ada beberapa Faktor kenapa mereka seperti punya penyakit jiwa mengurusi yang dia tidak urus dengan baik ketika menjabat.
“Pertama, di posisi saat ini di partainya lemah, kurang bisa bermain” ujar Panti
Kedua, mereka memiliki kegenitan yang semakin tua semakin jadi. Mirip Janda sudah ditinggal suaminya tapi masih mengganggu suaminya yang sudah bahagia.
Nah orang-orang kesepian ini mudah sekali kesurupan janji manis pihak lain. Berpolitik memang penuh intrik tapi kalau berpolitik mengurusi mantan partai itu sama saja menurunkan wibawa mereka, bisa di cap genit, ngotot masih dipakai.
Panti menganalogikan orang-orang ini terus bergenit ria dan berdandan semaksimal dan semenor mungkin namun nyatanya sambutan penonton tak antusias.
Panti menilai opini mereka soal KLB malah yang muncul adalah Kegenitan Luar Biasa. “Anatomi kata Genit itu mirip murahan dan sebagainya” ujar Panti.
Panti menghimbau agar tokoh-tokoh sepuh itu berhenti melakukan perilaku genit itu. “Berpolitik itu jago intrik tapi kalau vulgar namanya bukan berpolitik” ujar Panti

Categories
Berita Umum

Ziarah Ke Makam Sunan Ampel, BMI Serap Energi Keteguhan

Ke Makam Sunan Ampel, BMI Serap Energi Keteguhan

Bintang Muda Indonesia melakukan ziarah ke Makam Sunan Ampel. Dalam ziarah tersebut Lency Pramono, Departemen Kajian Opini DPN BMI menyerap energi keteguhan dari pelajaran Sunan Ampel yaitu teguh dan berdakwah dengan bahasa kaumnya pada saat itu.
“Ia pemimpin para wali sembilan tentu dia memiliki keteguhan dan pintar mengambil hati masyarakat dengan sosial budaya masyarakat saat itu” ujar Lency.
Lency menyebut seperti saat ini cara Sunan Ampel dalam mengambil hati rakyat diteladani oleh BMI. Kalau ketemu akademisi atau ketemu orang ini tentu bahasa berbeda-beda dan terpenting adalah luwes dalam bergaul
BMI juga menyebut bahwa Sunan Ampel adalah perjuangan bagi tatanan masyarakat yang Cerdas, Santun dan Peduli yang semua itu bersumber dari Religiusitas. “Kalau ada pemimpin yang mulai lemah mengartikan Pancasila, Keguyuban, religiusitas, lemah saat berkomunikasi ke masyarakat dengan jujur, dia harus datang ke Makam Sunan Ampel, belajar disini dan belajar memiliki kepekaan terhadap bahasa hati rakyat yang selama ini benar-benar dikelabuhi dengan pencitraan”ujar Lency

Categories
Berita Umum

Gede Pasek Pernah Disebut Nazaruddin Korupsi

Gede Pasek Pernah Disebut Nazaruddin Korupsi

DPN BMI Heran kenapa Gede Pasek ikut bersuara padahal dia sudah ada di HANURA. “Herannya lagi dia satu komplotan dengan Nazaruddin urus Demokrat, loh kan Nazaruddin yang pernah sebut Gede Pasek kelola uang korupsi bersama Angelina Sondakh” Wasekjen DPN BMI Aditya Utama
Aditya menyebut bahwa langkah Gede Pasek hanya akan membuat HANURA semakin terpuruk. “Masyarakat melihat kok ada orang seperti Gede Pasek di posisi kunci Hanura, sekelas sekjen tapi komentari partai lamanya, wah tambah anjlok suara HANURA nanti apalagi di kalangan intelektual yang sangat memperhatikan adab berpolitik” ujar Aditya.
Aditya melihat Gede Pasek tak ragu memuji Ruhut Sitompul hanya karena kini sehaluan. “Wah berarti kritikan dia selama ini didasari perasaan dong, Apa begitu sekelas Sekjen sebuah partai walau partai itu mengecil semenjak Gede Pasek masuk” ujar Aditya.
Aditya melihat bahwa lebih menyentuh hati apabila Pasek mendoakan kader-kader di Demokrat sehat wal afiat dan kuat hadapi covid sebagai doa seorang mantan kader. “Kalau menyerang begitu kelihatan belum legowo dan belum move on dari Demokrat” ujar Aditya