Categories
Berita Umum

Ning Lia : Jembatan Hati Ditengah Pergulatan Demokrasi

Jembatan Hati Di Saat Demokrasi

Oleh : Aprilia

(Seketaris DPD Ormas Akurat Indonesia /Amanat Kejujuran Untuk Rakyat Indonesia) Provinsi Jawa Timur

Tatkala Pilkada Surabaya sudah usai Ning Lia Istifhama menolak memberi ucapan selamat pada yang terpilih alasannya sederhana tak mau membuat pihak yang lain merasa bagaimana.
Sikap Ning Lia itu menambah tampilan bahwa dirinya adalah sosok melting poot atau perekat.
Betapa Demokrasi Surabaya yang telah membelah surabaya sampai ke MK memerlukan sosok yang menjadi jembatan hati bagi dua kubu yang bertarung. Prinsip Ning Lia ternyata tak hanya pada netral saat memilih tapi bersikap tepat ketika ada euforia kemenangan disalah satu kandidat dan kesedihan di barisan kandidat lain
Demokrasi Surabaya telah melahirkan Jembatan Hati semua arus di Surabaya yaitu Ning Lia Istifhama

Surabaya bahkan Indonesia memerlukan sebanyak mungkin jembatan Hati agar pertarungan demokrasi dapat dilalui dengan asyik dan mengurangi konflik di kalangan bawah serta terjaga semangat kolaborasi pasca demokrasi di semua elemen masyarakat.

Jembatan hati tak ubahnya kisah saudara kandung yang rela mengalah dan selalu berada di bagian yang mementingkan kepentingan orang lain serta tak tergoda untuk bersikap yang lain kecuali sikap yang menenangkan dan membawa damai bagi semua

Semoga Ning Lia Istifhama dapat terus menjadi jembatan hati bagi Surabaya bahkan dalam skala lebih besar lagi