Categories
Berita Umum

BMI DKI Sikapi Statment Kluthuk Ketua PDIP Tangsel

Statemen Kluthuk Badrika ( Ketua DPC PDIP Tanggsel/Sekjend Repdem) terhadap sebuah pernyataan AHY mendapat perlawanan dari sayap muda Demokrat, Bintang Muda Indonesia Provinsi DKI

Pernyataan ketua DPC Tangsel, yang mengatakan AHY Perlu membaca sejarah Pancasila adalah pernyataan anak kecil dan bodoh ditanggapi oleh Hasbil Mustaqim Lubis, ST
(Ketua DPD BMI Propinsi Jakarta). Menurut Hasbil itu statment Cermin kader bermodal omong besar. “Mohon saudara Kluthuk membaca kembali stateman AHY secara seksama, jangan reaktif. Yang dipersoal AHY adalah RUU HIP bukan sejarah Trisila dan Ekasila. Dua kalimat gagasan Soekarno itu benar. Tapi memaksakan gagasan tersebut untuk kontek Indonesia sekarang, tidaklah tepat. Karena Pancasila adalah kesepakatan final. Lagi pula yang dibutuhkan bangsa Indonesia hari ini adalah penanganan covid secara cepat dan tepat, penanganan ancaman kelaparan, dan lapangan kerja, bukan gagasan dan ideologi. Ideologi kita sudah final ialah Pancasila bukan Trisila apalagi ekasila” Hasbil Tokoh Muda DKI ini menambahkan “Mohon saudara Kluthuk belajar kembali,
Saya kira Kluthuk perlu tau dan bisa faham apa itu sekularisme, sekuler, dan sekularistik. Agar bisa membedakan antara “Ketuhanan Yang Maha Esa, sila pertama Pancasila dengan Ketuhanan yang Berkebudayaan (ekasila) dalam pasal 7 RUU HIP.” ujar Hasbil

“Sebelum bicara sebaiknya anda juga belajar bung. Jika ingin diskusi-diksusi ideologi dan gagasan, Kawan-kawan BMI siap sewaktu-waktu kopi darat. BMI tidak terima rakyat diajak bertengkar melulu soal gagasan dan kata-kata. Rakyat butuh aman dan makan”pungkas
Hasbil Mustaqim Lubis, Ketua Sayap Demokrat, Bintang Muda Indonesia DKI ini