Categories
Berita Umum

Setahun Penjara Bagi Penyerang Novel Baswedan Menyakiti Rasa Keadilan

Setahun Penjara bagi Penyerang Novel Baswedan Menyakiti Rasa Keadilan

Sayap Demokrat, Bintang Muda Indonesia menyebut tuntutan Jaksa Penuntut Umum hukuman 1 tahun penjara terhadap dua terdakwa penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan telah meresahkan publik.

“Tuntutan tersebut BMI nilai merobek-robek rasa keadilan. Sebab, kasus penyerangan Novel dianggap publik sebagai tindakan pelemahan KPK sekaligus menghalangi upaya pemberantasan korupsi di tanah air.

BMI terus mengikuti isu penyerangan Novel Baswedan. BMI concern dengan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi”Ujar Farkhan Evendi, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia

BMI menilai perlindungan terhadap petugas KPK adalah kewajiban negara dalam kerangka pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Atas nama teman2 BMI dan mewakili suara rakyat Indonesia, saya berharap bahwa KPK dapat terus memiliki peran yang penting, jangan sampai dilemahkan”lanjutnya

Bintang Muda Indonesia (BMI) menyatakan peristiwa ini akan menjadikan nyanyian perlawanan bagi ketidak adilan yang semakin besar. Akan melibas nama salah satu oknum kejaksaan yang kini telah menjadi sorotan publik, kami tak meyakini ia sang pengambil keputusan akan berperang dengan nurani seumur hidup tapi nurani yang tak ada itu akan jadi tontonan publik padanya seumur hidup. Potret kemewahan gaya hidup jaksa itu ternyata telah membuat ia dipandang begitu mewah oleh masyarakat. “Saya kira BMI akan mendidik terus kader-kadernya untuk menjadi sosok bernurani, yang tak melahirkan kekayaan dari perilaku mencurigakan, BMI akan membangun manusia jangka panjang melalui sekolah perkaderan agar peka pada persoalan hukum dan membela para penegak hukum yang berjuang untuk rakyat dan siap untuk melibas semua penegak hukum yang tak membahagiakan para pencari keadilan, BMI akan berjuang hingga ujung waktu bersama agar Negeri ini kembali tegak hukum dan keadilannya

Kami kecewa Penegakan hukum dan demokrasi yang berhasil dibangun Pak SBY pasca reformasi hari ini diperlakukan semena-mena, ugalan dan membuat mendidih kembali para pejuang reformasi dan demokrasi”kata Farkhan

Derasnya perhatian rakyat atas kasus ini tak membuat pengambil keputusan bergeming, Tegakkan keadilan walau langit runtuh berganti menjadi Hantam keadilan walau melawan opini publik dan kebenaran.

Dunia yang sekejap ini ternyata membuat silau sebagian penegak hukum, ternyata membuat sok jago para oknum yang menjadi harapan dan tumpuan masyarakat sipil dalam menegakkan hukum

BMI berharap Presiden, Ketua KPK dan para pemegang kekuasaan untuk memberi perhatian kepada kasus ini, kita tak bisa bayangkan pejuang idealis seperti Novel Baswedan diacuhkan, ditengah opini publik yang deras, Demokrasi dan penegakan HAM di Indonesia seolah tanpa orang tua, dikala rakyat selaku anaknya mengharapkan yang terbaik.

“Kemanusiaan, Demokrasi dan Penegakan HAM telah ditinggalkan dikasus Novel baswedan, Keadilan telah terpisah oleh Power kekuasaan. Kami menyerukan kepada seluruh elemen untuk bersatu dan memeluk bendera perlawanan, kita tak kan lelah, BMI akan menjadi sayap partai terdepan yang menjaga nilai-nilai keadilan. BMI bersama Perjuangan melawan korupsi dan kriminalisasi penegak hukum di republik ini”tutur
Farkhan Evendi
Ketua Umum
Bintang Muda Indonesia.